Ada 4 lilin yang menyala,
Sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:”Aku adalah Cinta” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.”
“Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

Jangan takut,
Janganlah menangis,
selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:

” Akulah H A R A P A N “

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah H A R A P A N.
yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!

From :”kRISTIANA Trifena” <veve_0612@yahoo.com>

Alkisah di sebuah kota tinggallah seorang yang super kaya dan seorang

yang sangat miskin. Orang kaya ini suatu saat sedang berada dalam salah

satu dari 10 limousinenya, sepulangnya dari mendengarkan kotbah tentang

mengasihi sesama manusia. Ia melihat ada seseorang miskin yang sedang

makan rumput di taman kota. Ia meminta supirnya untuk berhenti, dan

segera ia berlari menemui orang tersebut, dan bertanya,”Mengapa engkau

makan rumput?”

“Karena saya sangat miskin, Tuan. Saya tidak sanggup membeli

makanan,”jawabnya.

“Kasihan sekali engkau, mari masuk ke mobilku, ikut ke rumahku,” ajakan

si kaya.

“Tapi saya memiliki seorang istri & 3 orang anak yang tidak bisa saya

tinggal,” jawab si orang miskin. Orang kaya tersebut memperbolehkan si

orang miskin mengajak seluruh keluarganya.

Di dalam perjalanan, orang miskin tersebut berkata,”Terima kasih Tuan

telah begitu baik bagi kami.”

Orang kaya itu menyahut,”Oh tidak masalah, saya yakin kalian akan senang

sekali di rumahku nanti, karena rumput di halaman belakangku tinggi dan

lebat sekali … lebih banyak daripada di taman kota.”

Pernahkan kita menjadi seperti “orang kaya” ini?atau kah sering?

Kawan mungkin kita tidak memiliki limousine seperti cerita diatas. Atau mungkin kita tidak memiliki rumah yang megah, mobil, atau bahkan motor. Mungkin kita hanya orang biasa saja.

Tapi seberapa seringkah orang biasa ini memberi kepada mereka yang ada di bawah kita?

atau kita malah ingin diberi oleh orang yang ada di atas kita? ato kah kita hanya tutup mata melihat kesusahan saudara kita dan menganggap bahwa kita lebih susah?

” berbahagialah kamu yang murah hati karena kamu akan memperoleh kemurahan”

From : “kRISTIANA Trifena” <veve_0612@yahoo.com>

Segenggam pasir jika terlalu rapat digenggam, ia akan
habis karena justru kan keluar lewat celah-celah jari
kita.
Sebuah telur akan pecah jika kita memegangnya terlalu
erat,
Tidak salah kita menyayangi seseorang, tetapi bagaimana
kah cara kita menyayanginya?. Kita hanya takut memikirkan
takut kehilangan dia suatu saat, tapi kita tidak
memikirkan kebahagiaan sejati untuknya dan juga untuk diri
kita sendiri,
Satu hal yang kita lupakan, lebih takutlah jika kita
kehilangan wujud kasih itu sendiri, yaitu pribadi yang
mengijinkan kita untuk mengasihi seseorang yaitu Tuhan
Yesus Kristus,
Jangan takut sekarang untuk melalui semuanya, karena DIA
akan memberikan yang lebih baik.

From : “watin wahyuningsih” <wtn_purple@plasa.com> 

Disebuah toko kayu ada sekelompok pekerja yang sedang bekerja memotong kayu. mereka begitu berkonsentrasi pada pekerjaan mereka hingga mereka di kejutkan oleh treiakan dari salah seorang kawan sekerja mereka.

ternyata kawan mereka itu kehilangan jam tangannya. karena terlalu asyik bekerja ia tidak menyadari jamnya itu jatuh dan akhirnya hilang. dia begitu sedih karena jam itu adalah hadiah dari ayahnya yang begitu berharga.
karena kasihan maka teman temannya membantu mencarinya.  Tapi sayang, mereka tidak dapat menemukannya. mereka kelelahan dan memutuskan untuk berhenti mencari dan beristirahat..
Di kejauhan ada seorang anak kecil yang memperhatikan kelompok penebang pohon ini. ketika para pekerja ini beristirahat, ia mendekati tempat pekerja ini bekerja.
Ia berdiri,berjongkok lalu berjalan pelan-pelan dalam diam. Begitu terus dilakukan hingga akhirnya ia berjongkok agak lama pada sebuah tumpukan kayu. para pekerja yang melihatnya merasa bingung tapi tak ada satu pun dari mereka yang bersuara.
Hingga akhirnya si anak ini datang pada pekerja yang kehilangan jam tangannya.
Dia datang sambil membawa sebuah jam tangan.
“maaf pak apa jam ini yang bapak cari?” kata anak itu
pekerja itu tampak terkejut sekaligus senang
” be..betul nak” katanya seraya mengambil jam itu
“tapi, bagaiman kamu bisa menemukannya?”
“kami yang jumlahnya banyak bahkan tidak bisa menemukannya?”
pekerja itu bertanya heran.
si anak itu tersenyum lalu berkata
” yang aku lakukan hanya diam sebentar maka, akan kedengaran tik…tik…tik nah dari situ aku tau dimana jam ini”
Kadang dalam menghadapi masalah kita selalu ingin buru-buru menyelesaikannya. Kita berusaha mengerahkan seluruh kemampuan manusia kita. Bahkan ada yang karena terburu-burunya hingga lupa bahwa ia tidak melibatkan Tuhan dalam usahanya.
Pada akhirnya kita menyerah karena frustasi dan kelelahan hingga menyalahkan Tuhan atas semua ini.
Padahal teman,yang seharusnya kita lakukan sebelum bertindak adalah diam sebentar, bawa di kaki Tuhan,renungkan lalu dengarkan “tik…tik…tik” maka kita akan temukan “Jam tangan” kita.
from :”Kristina Trifena” <veve_0612@yahoo.com>

Berkat.. bicara soal berkat, apa itu berkat? berkat adalah lawan kutuk. Apa itu kutuk? ya, tidak diberkati, muter - muter, pucink de… Intinya kita semua sudah tau, berkat itu pemberian Tuhan, baik materi maupun materi kepada kita, anak - anakNya. Saya rada binun mengungkapkan soal berkat ini. Berkat ini konteksnya agak ’specific’. Maka untuk itu, konteks berkat ini saya batasi kepada pandangan kristiani, hanya bagi teman - teman yang percaya Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat. Sisanya? Out! ndaklah.. yang lain silahkan mo baca, tapi jangan berisik. (hehehe..).

Kita semua mo berkat, amin? Siapa yang ndak mo, semua pasti mao. Klo mo diberkati, maka cocoklah teman - teman membaca tulisan ini dari awal sampe habis. Kriteria pertama terpenuhi. Pertanyaan kedua, siapa yang merasa sudah diberkati, dan siapa yang belum? Hm, saya tau, pasti rada binun dan ragu - ragu jawabnya, soalnya bicara sudah diberkati atao belom itu relatif sifatnya. Misal ada si A yang punya mobil, tp keinginan yang lain belum terpenuhi, rasanya belum diberkati walau punya mobil. Si B pengen banget punya mobil, uda dapet mobil biarpun gak bagus, gak baru, butu malah, tapi rasanya uda diberkati. Beda si C, gak punya harta, gak pingin apa - apa, tapi sudah merasa diberkati, kenapa? Karena si C punya keluarga yang bahagia, diberi kesehatan.

Jadi bicara diberkati atao gak relatif, betul? Tapi buat pakar math ga perlu keluarin teori relitivitas segala. Semua rumusan teori uda ada di BIBLE. Apa yang dapat disimpulkan dari example di atas? 1. Berkat itu berhubungan dengan keinginan, dan kepuasan. 2. berkat berhubungan dengan bersyukur. 3. Berkat terdiri dari berkat materi dan non-materi. Adalagi yang kelewat? klo ada kasi taaw ya. (more…)

Sekarang zaman dah berkembang pesat sekali. Dimana – mana dikomputerisasi, dari masalah kantor hingga toko traditional pembukuan mulai pake computer. Dari urusan kerjaan, pabrik – pabrik pake computer. Sampe ke rumah, buka gerbang otomatis, tinggal pake suara “buka”, langsung kebuka. Mo idupin lampu? Tinggal tepok tangan, blez, idup d tu lampu. Urusan masak, kompor pake teknologi computer. Hingga kamar mandi pun ada teknologi komputernya, ‘pup’ yg bersihin robot computer (upssss! couly).

Ilmu pengetahuan dan teknologi terussssssss berkembang. Efeknya apa? Manusia jadi lebih percaya sama IPTEK dibanding apapun. Manusia hanya percaya pada dirinya sendiri. Liat aja, zaman sekarang semua harus serba item di atas putih (bakpao isi kacang item kaleeeee). Manusia gk percaya lagi sama sesamanya, apalagi ama Tuhan!

Ada yang bilang ( mungkin banyak ) mukjizat itu gak ada. Adalagi pendapat yang bilang mukjizat itu hanya kebetulan. Yang lain berpendapat mukjizat itu IPTEK yang belum terungkap, ketika terungkap, jadilah penemuan IPTEK baru, misal penemuan lampu, dulu benda yg bersinar dianggap mukjizat, lalu sekarang dah ada lampu dimana – mana, gitu.

Masalah kepercayaan, hal – hal seperti ini sering menjadi perdebatan yang akhirnya gk berujung, gk ketemu titik temu dan nilai kebenarannya. Maka sebelum itu, saya ingin katakan, posting ini hanya untuk teman – teman yang ingin membuka pikiran dan mengetahui kebenaran, buat sharing pegalaman, ini bukan lahan debat.

Balik ke topic, percaya ato tidak, sama apa? Sama Tuhan dunk. Dengan berkembangnya IPTEK, nilai “iman” menjadi semakin tipissssssssss… Tapi saya percaya, sebagian besar teman – teman yang dikasihi Tuhan, we are living by faith not by sight, right?

Ada sebuah pendapat begini, mukjizat adalah “alat promosi” gereja, Cuma sebagai sarana agar gereja ramai, terus uang persembahan meningkat. Pendapat itu benar ato salah? Saya katakan di sini, dalam arti positif pendapat itu benar! Mukjizat yang terjadi di gereja adalah bukti, kesaksian, bahwa gereja tersebut adalah gereja yang ‘bertumbuh dan diberkati’, betul? Ada mukjizat, ada promosi, gereja ramai, banyak yang betobat! Haleluya! Terus dapet duit? Hahaha.. itu efek sampingnya, umat yang merasa diberkati karena pertobatan, mengucap syukur, kasi persembahan, kasi pesepuluhan, buat pembangunan dan pelayan gereja. Gereja buka cabang, adain acara, pelayanan ke sana ke sini, buka komsel, semakin banyak yang bertobat, haleluyah lagi! Semua zaman sekarang ini butuh duit, betul? Kata Pastor Joseph Prince, “ Berkat materi adalah kunci penting dalam kebangunan rohani!” Kenapa? Kembali lagi, orang zaman sekarang ingin bukti dulu, baru percaya, Mereka ingin lebih dulu melihat dan kemudian mereka akan berkata, “Allah sungguh baik.”

(more…)

  from:Nicko Albertto

Pada 28 februari 2008 di dekat uph, ada dua sosok kecil berumur kira kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue, saya hanya mengangkat tangan lebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan “Terima kasih Kak!”.

lalu mereka pun berjalan lagi , menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh
keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok tertabrak derai angin Jakarta . Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu , duapertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan .
(more…)

“Semua itu baik,” setuju gak? Mungkin sebagian besar akan bilang setuju, tetapi ada juga yang enggak. Kontroversi dan beda pendapat adalah hal biasa dalam kehidupan. Perbedaan menyebabkan hidup lebih menarik untuk di jalani, betul? Coba bayangin klo semua orang di dunia ini memiliki hanya satu agama, sat pendapat, satu pikiran, wa… hidup ne kayak robot, ga asik. Dengan adanya perbedaan maka kit dapat saling mengisi dan melengkap, betul?

Udah, menyimapng tu dari judul. Kembali ke smua itu baik, setuju ga setuju, harus terima. Mungkin ada yang protes, ah, gak smua baik, hidup saya malang. Keluarga berantakan, studi ngawur, ekonomi gak beres, jodoh gak jelas, masa depan suram, gimana saya mo bilang semua itu baik?? Loh loh loh…stop dulu, klo sampe separah itu, ada kutuk pak, silahkan hubungi pelayanan pelepasan di gereja terdekat. Wah, menyimpang dari topik lagi. (more…)

 

Apa itu Civil Engineering Week? Civil Engineering Week atau CEW adalah salah satu event yang akan diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Pelita Harapan ( HMTS-UPH ). (more…)

A friend wrote me the other day and told me that I sure do seem to have a lot of good days in my life. This friend wanted to know what is the difference between having a good day and having a bad day.

I thought about it a long time and I think that I finally figured it out. The difference is about 15 minutes. Think about it. Just how long does it take to really live the way that God always meant for you to live? How long does it take to say, “I love you God. Thank you for my life”? How long does it take to say a little prayer for someone you care about? How long does it take to tell a friend, “You are looking good today”? How long does it take to stop your child in the hallway and give them a hug? How long does it take to bend down and smell a flower as you walk down the street? How long does it take to scratch your cat chin or pet your dog head? How long does it take to share a warm smile and a heartfelt “thank you” with a cashier in a store? How long does it take to compliment a loved one, to share a laugh with a friend, and to think a joyous, optimistic thought? (more…)

Cabe mulai dari berbunga, berubah menjadi cabe. Dari hijau sampai merah, bukan karena diwarna.
Semua itu adalah sebagian kecil dari hasil renda tangan Bapa. Dia merenda kesetiap makhlukNya.
Kita manusia sering melupakanNya, ketika mudah menapaki hidup. Tapi kita sering mencela & tertutup mata melihat kasihNya.

Kesulitan hdp membuat kita buta, hanya gunung masalah di depan kita .

Kita  bisa mengingat bahwa Dia sedang merenda kita dengan tanganNya yang penuh kasih.

Ingatlah selalu “Cabe menjadi merah” itu karena sebagia kecil KasihNya.

from :”watin wahyuningsih” <wtn_purple@plasa.com>

The Winner is always part of the answer;

The Loser is always part of the problem.

The Winner is always has a program;

The Loser always has an excuse.

The Winner says,” Let me do it for you;

The Loser says;” That is not my job.” (more…)

 

Di sebuah kota X, terdapat sebuah tempat bimbingan belajar untuk anak - anak dari keluarga yang kurang mampu.Status tempat bimbingan belajar tersebut masi kontrak, dan akan segera habis masa kontraknya dalam beberapa bulan. Setiap pengurus dan tenaga sukarelawan yang terlibat di dalamnya terus bergumul. Mereka berusaha memberi apa yang mereka bisa, dan selalu bersatu hati untuk berdoa bagi pelayanan mereka di tempat bimbingan belajar itu. Berharap akan menemukan tempat yang baru bagi bimbingan belajar tersebut. (more…)

Seorang wanita berumur 92 tahun yang mempunyai selera tinggi,percaya diri, dan bangga akan dirinya sendiri, yang selalu berpakaian rapi setiap hari sejak jam 8 pagi, dengan rambutnya yang teratur rapi meskipun dia buta, masuk ke panti jompo hari ini.

Suaminya yang berumur 70 tahun baru-baru ini meninggal, sehingga dia harus masuk ke panti jompo. Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobi, Dia tersenyum manis ketika diberi tahu bahwa kamarnya telah siap. Ketika dia berjalan mengikuti penunjuk jalan ke elevator, “aku menggambarkan keadaan kamarnya yang kecil, termasuk gorden yang ada di jendela kamarnya. Saya menyukainya, ” katanya dengan antusias seperti seorang anak kecil berumur 8 tahun yang baru saja mendapatkan seekor anjing. (more…)

 

Ada seorang gadis kecil. Ia diberi oleh ayahnya sekeping uang logam perak. Dia sangat senang dan bahagia, itu adalah uang pertamanya. Ia sangat menyayangi uang logam perak itu, dijaga baik - baik, disimpannya dalam tas saku beludru yang selalu tergantung di lehernya. Bila mala, selalu tas beludru itu digenggamnya erat - erat seakan banyak sekali pencuri yang selalu mengintai logamnya. Bangun pagi, hal pertama yang dilakukannya adalah mengambil minyak dan memoles logam peraknya agar tampak bersinar. Hanya sekeping logam perak… (more…)

Next Page »